Minggu, 31 Mei 2015

Makalah Tentang Sejarah Pembentukan Bumi


SEJARAH PEMBENTUKAN BUMI
Makalah Tentang Sejarah Pembentukan Bumi


A.    Proses Terbentukuya Bumi
Proses terbentuknya Bumi sendiri tidak dapat dipisahkan dari kelahiran alam semesta dan proses terbentuknya tata surya.
Bumi mulai terbentuk saat butiran debu dan gas yang berada di sekitar Matahari saling melekat membentuk partikel.
Gaya berat yang dimiliki bumi meningkatkan tekanan sehingga bagian dalam Bumi akan mencair.
Adanya pemanasan di dalam Bumi menyebabkan terbentuknya uap air dan gas-gas lainnya hingga membentuk atmosfer. Diperkirakan unsur-unsur yang terkandung dalam atmosfer pada saat itu adalah hidrogen, helium, metana, dan amonia.
Menurut Rittmann (1960), sekitar 4,6 miliar tahun yang lampau awan, debu, dan gas yang mengapung di ruang angkasa mulai mengecil.
Skema lahirnya bumi, menurut Rittmann (1960), dilukiskan dalam Gambar 2.34. Proses urutan kelahiran bumi menurut Rittmann adalah sebagai berikut:
  1. Bumi mulai terbentuk ketika butir-butir debu dalam cakram awan di sekitar matahari saling melekat.
  2. Sisa-sisa dari awan asli berjatuhan.
  3. Akibat pelelehan ini, bahan-bahan yang mampat terutama besi tenggelam ke pusat planet dan menjadi intinya. Seluruh permukaan bumi tertutup oleh lautan batuan yang meleleh.
  4. Akibat aliran cepat dari partikel-partikel bermuatan dari matahari menyapu bersih sisa-sisa awan asli dari tata surya sehingga benturannya ke bumi berkurang.
  5. Awanpun mendingin, uap airnya mengembun, dan hujan deras membanjiri bumi.
  6. Limpahan air dari badai itu menyatu di tempat yang rendah sehingga terjadi awan.
  7. Kira-kira 2,5 miliar tahun yang lalu, sebuah bumi yang biru telah muncul.
Menurut Hasil Penelitian Proses pembentukan bumi terbagi menjadi 3 tahap, yaitu sebagai berikut:
1)      Tahap pada saat bumi marupakan planet yang homogen atau belum terjadi diferensiasi dan zonafikasi.
2)      Proses diferensiasi atau pemilahan, yaitu ketika material besi yang lebih berat tenggelam menuju pusat bumi dan material yang lebih ringan bergerak ke permukaan.
3)      Proses zonafikasi, tahap dimana bumi terbagi menjadi beberapa zona atau lapisan, yaitu inti besi yang padat, inti besi cair, mantel bagian bawah, zona transisi, astenosfer yang cair dan litosfer yang terdiri atas kerak benua dan kerak samudra.

a)      Era Pra-Kambrium (4,5 milyar tahun)
Era ini berawal 4,5 milyar tahun yang lalu, merupakan awal pembentuk kerak bumi yang terus berkembang, pembentukan atmosfer, dan pembentuk hidrosfer.
b)     Era Paleozoik.
Era ini dibagi ke dalam enam periode, yaitu periode Kambrium, Ordovisii Silur, Devon, Karbon, dan Perm.
1)      Periode Kambrium (120 juta tahun)
Periode ini dimulai 600 juta tahun yang lalu. Banyak hewan invertebtrata mulai muncul pada periode ini dan hampir seluruh kehidupan berlangsung di lautan.
2)      Periode Ordovisiuni (45 juta tahun).
Periode ini dimulai 480 juta tahun yang lalu. Periode ini dicirikan munculnya ikan tanpa rahang yang merupakan hewan bertulang belakang paling tua, antara lain landak laut (ekinoid), bintang laut (asteroid), dan laut (krinoid).
3)      Periode Shur (30 Juta tahun).
Periode ini dimulai 435 juta tahun yang lalu. Periode ini menjadi peristiwa peralihan kehidupan dari air ke darat. Pada periode ini tumbuhan darat mulai muncul untuk pertama kalinya, terutama tumbuhan paku (Pteridofita).
4)      Periode Devon (60juta tahun).
Periode ini dimulai 405 juta tahun yang lalu. Periode ini merupakan periode perkembangan besar-besaran jenis ikan dan tumbuhan darat.
5)      Periode Karbon (70 juta tahun)
Periode ini  dimulai 345 juta tahun yang lalu. Pada periode ini ganggang melimpah dan saat pertama kalinya tumbuhan lumut muncul.
6)      Periode Perm (50 juta tahun)
Periode ini dimulai 275 juta tahun yang lalu. Periode ini ditandai dengan melimpahnya ganggang dan reptil, serta melelehnya lapisan glasier di belahan bumi selatan yang meninggalkan bahan-bahan sedimen.
c)      Era Mesozoik.
1)      Periode Trias (45 juta tahun).
Periode ini dimulai 225 juta tahun yang lalu. Periode ini ditandai oleh munculnya Dinosaurus dan reptilia yang berukuran sangat besar untuk pertama kalinya.
2)      Periode Jura (50 juta tahun).
Periode ini dimulai 180 juta tahun yang lalu. Periode ini ditandai antar lain oleh adanya kekuasaan Dinosaurus terhadap dunia, munculnya burung yang pertama kali, dan makin banyaknya tumbuhan konifer.
3)      Periode Kreta atau Zaman Kapur (65 juta tahun)
Periode ini dimulai 130 juta tahun yang lalu. Periode ini ditandai oleh munculnya tumbuhan berbunga serta makin melimpahnya hewan bertulang belakang, ikan, dan binatang amfibi.
d)     Era Senozoik
1)      Periode Tersier
Periode tersier dibagi ke dalam lima epok, yaitu Epok Paleosen, Eosen, Oligosen, Miosen, dan Pliosen.
a.       Epok Paleosen (10 juta tahun). Epok ini dimulai 65 juta tahun yang lalu. Epok ini ditandai antara lain dengan melimpahnya tumbuhan berbunga serta mulai lazinmya binatang tak bertulang belakang, ikan, amfibi, reptil dan binatang kecil yang menyusui.
b.      Epok Eosen (15 juta tahun). Epok ini dimulai 55 juta tahun yang lalu. Epok ini ditandai dengan mulai berkembangnya buah, biji-bijian, dan rerumputan melimpahnya burung, amfibi, reptil kecil, dan ikan, serta mulai munculnya kelelawar, unta, kuda, monyet, dan badak. Sementara itu laut mulai menggenangi daratan.
c.       Epok Oligosen (14 juta tahun). Epok ini dimulai 40 juta tahun yang lalu Epok ini ditandai dengan munculnya kera primitif dan berkembangnya berbagai binatang pengerat.
d.      Epok Miosen (12 juta tahun). Epok ini dimulai pada 26 juta tahun yang lalu. Epok ini ditandai dengan kemunculan kera di Asia dan Eropa.
e.       Epok Pliosen (12,5 juta tahun). Epok ini dimulai 14 juta tahun yang lalu. Epok ini ditandai oleh kemiripan kehidupan laut dengan yang ada pada saat sekarang.
2)      Periode kuater
a.       Epok Pleistosen
Epok Pleistosen dimulai 1,75 juta tahun yang lalu. Epok ini ditandai dengan munculnya manusia purba (Homo erectus atau Pithecanthropus erectus).
b.      Epok Holosen
Epok Holosen dimulai 10 ribu tahun yang lalu. Epok ini ditandai dengan berkembangnya manusia modern dan bentuk primitifnya.

B.     Sejarah Perkembangan Muka Bumi (Pangea, Gondwana)
Menurut para pakar ilmu bumi, sekitar 200 juta tahun yang lalu di planet bumi hanya ada satu benua yang sangat besar, yang disebut Benua Pangea.
Teori tentang pergeseran benua-benua atau teori apungan benua dikemukakan oleh Alfred Lothar Wegener. Adapun yang mendasari teori Wegener adalah sebagai beikut:
1.       Adanya persamaan yang mencolok antara garis kontur pantai timur Benua Amerika Utara dan Amerika Selatan dengan garis kontur pantai barat Eropa dan Benua Afrika.
2.       Daerah Greenland saat ini mengalami pergerakan yang semakin menjauhi daratan Eropa dengan kecepatan kurang lebih 36 meter pertahun. Demikian pula Kepulauan Madagaskar bergerak menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 9 meter per tahun.
a)      Bentangan-bentangan samudera dan benua-benua yang mengapung sendiri-sendiri.
b)      Samudra Atlantik menjadi semakin luas karena Benua Amerika masih terus bergerak ke arah barat, semakin menjauh dari Benua Afrika.
c)      Adanya kegiatan seismik (gempa bumi) yang luar biasa di sepanjang pantai barat Amerika Serikat.
d)     Batas Samudra Hindia makin mendesak ke utara. Anak benua yang semula diduga agak panjang, tetapi gerakannya ke utara.

Proses pemisahan kedua benua ini dapat dilihat dengan beberapa bukti antara pantai barat Benua Afrika dengan pantai timur Benua Amerika, sebagai berikut:
1)      Terdapat persamaan jenis batuan di pantai barat Benua Afrika dengan pantai timur Benua Amerika.
2)      Adanya persamaan beberapa jenis tumbuh-tumbuhan
3)      Persamaan beberapa jenis hewan.
4)      Terdapat tanggul dasar samudra di tengah Samudra Atlantik yang memisahkan kedua benua tersebut.
Teori lain yang dikemukakan oleh Decrates adalah teori kontraksi.

C.    Karakteristik Pelapisan Bumi
Bumi tersusun dan lapisan-lapisan, yang setiap lapisan memiliki ciri yang berbeda dengan lapisan lainnya.
Ketebalan masing-masing lapisan tidak merata. Berikut ini adalah lapisan-lapisan yang merupakan penyusun bumi.
1.      Litosfer yaitu lapisan yang berada paling luar bumi dengan ketebalan kira-kira 1.200 km.
a.       Lapisan Sial yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun dari logam silisium dan aluminium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan AL2O3. Lapisan ini sering juga disebut kerak bumi yang bersifat padat dan kaku dengan ketebalan kira-kira 35 km, yang dibagi menjadi dua bagian, sebagai berikut:
Ø  Kerak benua merupakan lapisan padat yang terdiri atas batuan beku dan granit pada bagian atasnya dan batuan beku basal pada bagian bawahnya.
Ø  Kerak samudra merupakan lapisan padat yang terdiri atas endapan laut pada bagian atas, sedangkan di bagian bawahnya berupa batuan-batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridotik.
b.      Lapisan Sima yaitu lapisan kulit bumi yang disusun oleh logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO.
2.      Asthenosfer atau mantel (lapisan pengantara) yaitu lapisan yang terdapat di atas lapisan nife setebal kira-kira 1.700 km. Berat jenisnya rata-rata 5 gr/cm2.
3.      Barisfer yaitu lapisan inti bumi yang merupakan bahan padat yang tersusun dari lapisan mife (nikel dan forum) jari-jarinya kurang 3.470 km dan luasnya kurang lebih 2.900 km dibawah permukaan bumi.

D.    Teori Pergerakan Lempeng
Tektonik lempeng adalah suatu teori yang menerangkan proses dinamika bumi tentang pembentukan jalur pegunungan, jalur gunung api, jalur gempa bumi, dan cekungan endapan di muka bumi yang diakibatkan oleh pergerakan lempeng.
Dalam teori tersebut dijelaskan beberapa analisis antara lain sebagai berikut:
1)      Adanya persamaan formasi geologi antara pantai timur Benua Amerika dengan pantai barat Eropa dan Afrika. Hal tersebut membuktikan bahwa formasi geologi di pantai barat Afrika lama dengan pantai timur Amerika.
2)      Adanya gerakan Pulau Greenland menjauhi daratan Eropa dengan kecepatan 36 meter setiap tahun. Sedangkan pulau Madagaskar menjauhi Afrika Selatan sejauh 9 meter/tahun.
Menurut Alfred Wegener, benua-benua yang ada sekarang ini dahulunya membentuk satu benua.
Ø  Samudra dan benua-benua mengapung sendiri-sendiri.
Ø  Samudra Atlantik, semakin luas karena Benua Amerika bergerak ke arah barat.
Adanya kegiatan gempa yang besar di sepanjang patahan St Andreas, dekat pantai barat Amerika Serikat. Pada tahun 1929 Alfred Wegener meninggal dalam salju di Pulau Greenland, pada saat mengadakan penelitian untuk membuktikan kebenaran teorinya.
Pergerakan lempeng kerak bumi yang saling bertumbukan akan membentuk zona sudaksi dan menimbulkan gaga yang bekerja, baik horizontal maupun vertikal, yang akan membentuk pegunungan lipatan, jalur gunung api/magmatik, persesaran batuan, dan jalur gempa bumi serta terbentuknya wilayah tektonik tertentu.
Pergerakan lempeng saling mendekati akan menyebabkan tumbukan dimana salah satu dari lempeng akan masuk ke bawah yang lain.
Pergerakan lempeng saling menjauh akan menyebabkan penipisan dan peregangan kerak bumi dan akhimya terjadi pengeluaran material baru dan mantel membentuk jalur magmatik atau gunungan.
Pergerakan saling berpapasan dicirikan oleh adanya sesar mendatar yang besar
Litosfer terpecah-pecah menjadi sekitar 12 lempeng. Dinamakan lempeng karena bagian litosfer itu mempunyai ukuran yang besar di kedua dimensi horizontal (panjang dan lebar) dan berukuran kecil pada arah vertikal. Lempeng-lempeng bergerak (tektonik) dengan arah mendatar.
1)      Dua Lempeng Saling Menjauh (Divergent-Plate Boundaries)
Peristiwa ini dapat terjadi pada suatu lempeng yang sedang pecah.
Di daerah dua lempeng yang saling menjauh terdapat beberapa fenomena sebagai berikut:
a)      Perenggangan lempeng yang membentuk celah memanjang.
b)      Pembentukan pegunungan dasar samudra (mid ocean ridge) di sepanjang tempat perenggangan lempeng-lempeng tersebut.
c)      Aktivitas vulkanisme laut dalam menghasilkan lava basalt berstruktur bantal yang dinamakan lava bantal serta hamparan leleran lava (plato lava)
d)     Aktivitas gempa.
2)      Dua Lempeng Saling Menumbuk (Subduction)
Di daerah pertumbukan dua lempeng terjadi beberapa fenomena sebagai berikut:
a)      Lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng benua,
b)      Terbentuk palung laut di tempat tumbukan,
c)      Pembengkakan tepi pada lempeng benua yang merupakan deretan pegunungan.
d)     Terjadi aktivitas vulkanisme, intrusi, dan ektrusi,
e)      Merupakan daerah hiposenter gempa dangkal dan dalam,
f)       Terjadi dislokasi pada lempeng benua yang getarannya disebut gempa,
g)      Timbunan sedimen campuran.
Di tempat ini terbentuk Palung-Palung laut, yaitu dasar laut yang dalam dan memanjang.
Pegunungan di pantai barat Amerika, deretan Pulau Sumatra, Jawa dan Nusa Tenggara adalah akibat dari pembengkakan lempeng benua. Di sepanjang pegunungan dan pulau-pulau itu bermunculan gunung berapi.
3)      Dua Lempeng Saling Berpapasan atau Pergeseran Mendatar (Transform Fault)
Di daerah seperti itu terdapat aktivitas vulkanisme yang lemah disertai gempa yang tidak kuat. Gejala Pergeseran itu tampak pada tanggul dasar samudera yang tidak berhubungan, tetapi terputus-putus akibat pergeseran mendatar tersebut.
Lempeng-lempeng tektonik utama yaitu:
1.      Lempeng Afrika, meliputi Afrika - Lempeng benua
2.      Lempeng Antarktika, meliputi Antarktika - Lempeng benua
3.      Lempeng Australia, meliputi Australia (tergabung dengan Lempeng India antara 50 sampai 55 juta tahun yang lalu)- Lempeng benua
4.      Lempeng Eurasia, meliputi Asia dan Eropa - Lempeng benua
5.      Lempeng Amerika Utara, meliputi Amerika Utara dan Siberia timur laut - Lempeng benua
6.      Lempeng Amerika Selatan, meliputi Amerika Selatan - Lempeng benua
7.      Lempeng Pasifik, meliputi Samudera Pasifik - Lempeng samudera
8.      Lempeng-lempeng penting lain yang lebih kecil mencakup Lempeng India, Lempeng Arabia, Lempeng Karibia, Lempeng Juan de Fuca, Lempeng Cocos, Lempeng Nazca, Lempeng Filipina, dan Lempeng Scotia.


E.     Persebaran Gempa di Indonesia
Kerak bumi terbagi menjadi lempengan-lempengan. Ada lempengan yang besar dan ada yang kecil. Di antara lempengan-lempengan itu terdapat retakan-retakan besar. Lempengan-lempengan itu bergerak perlahan-lahan dengan kecepatan 3-13 cm/tahun.
Indonesia tergolong salah satu wilayah paling aktif tingkat kegempaan di muka bumi ini. Pusat-pusat gempa besar yang berkekuatan lebih dan 8 skala Richter terutama dijumpai di sepanjang penyusupan lempeng atau sepanjang sesar geser mendatar dan wilayah dengan gejala-gejala kompresi.

F.     Persebaran Gunung Api di Indonesia
Busur gunung-gunung api Indonesia rata-rata terbentuk dengan cara seperti ini. Gempa bumi umumnya terjadi di kawasan ini karena lempengan benua. Gunung-gunung berapi yang terbentuk dengan cara ini disebut gunung api andesit. Lava yang dikeluarkan membentuk bebatuan yang disebut andesit. Gunung berapi andesit sifatnya mudah meletus.
Di Indonesia terdapat 400 gunung berapi, tetapi yang masih aktif kira-kira 80 buah. Gunung-gunung tersebut digolongkan atas tiga barisan sebagai berikut:
1.      Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, dan sekitar Laut Banda;
2.      Halmahera dan pulau-pulau sebelah baratnya;
3.      Sulawesi Utara, Sangihe, dan Mindanao.
Ada tiga sistem pokok persebaran pegunungan yang bertemu di Indonesia
  1. Sistem Sirkum Australia
Sistem ini berasal dan Selandia Baru melalui Kaledonia Baru ke Irian (Papua).
1)      Dari Kepulauan Bismarck melalui pegunungan tepi utara Papua sampai ke kepala burung menuju Halmahera.
2)      Dari ekor Pulau Irian (Papua) melalui bagian tengah sampai ke prgunungan Charleslois di sebelah barat.
  1. Sistem Busur Tepi Asia
Sistem ini dimulai dari Kamsyatku melalui Jepang, Filipina, Kalimantan, dan Sulawesi.
1)      Cabang pertama, dimulai dari Pulau Luzon melalui Pulau Samar ke Mindanao dan Kepulauan Sulu ke Kalirnantan Utara.
2)      Cabang kedua, dimulai dari pulau Samar ke Mindanao dan Sangihe ke Sulawesi.
3)      Cabang ketiga, dimulai dari Pulau Luzon melalui Pulau Palawan ke Kalimantan Utara
  1. Sistem Sunda
Sistem ini dimulai dari Arakan Yoma di Myanmar sampai ke Kepulauan Banda di Maluku. Panjangnya 7.000 km dan terdiri atas lima busur
1)      Busur Banda berpusat di Banda.
2)      Busur Kepulauan Nusa Tenggara berpusat di Flores.
3)      Busur Andaman Nicobar berpusat di Mergui.
4)      Busur Arakan Yoma berpusat di Shan (Myanmar).
5)      Busur Sumatra - Jawa, berpusat di Anambas.
Sistem Sunda terbagi atas dua busur, yaitu busur dalam vulkanis dan busur luar tidak vulkanis yang terletak di bawah permukaan laut.