Kamis, 17 September 2015

Makalah Tentang Tamsil Dan Hikmah Isra’ Mi’raj

BAB I
PENDAHULUAN

Makalah Tentang Tamsil Dan Hikmah Isra’ Mi’raj


Latar Belakang
Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Seringkali di kalangan masyarakat kita, dalam mendefinisikan isra dan mi’raj, mereka menggabungkan Isra Mi’raj menjadi satu peristiwa yang sama. Padahal sebenarnya Isra dan Mi’raj merupakan dua peristiwa yang berbeda.
Isra Mi’raj adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Muhammad dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad SAW mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam.
Untuk menjelaskan hal tersebut, pada kesempatan ini penulis bermaksud memberikan Tamsil tentang Isra dan Mi’raj, serta hikmah dari perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW.

Rumusan Masalah
Pada pembahasan makalah ini penulis akan merumuskan masalah pembahasan pada Tamsil Isra’, Tamsil Mi’raj dan Hikmah dari Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Tujuan Makalah
Adapun tujuan penyusunan makalah tentang Tamsil dan Hikmah Isra’ Mi’raj ini adalah untuk memberikan gambaran dan pengetahuan bagi kita tentang Tamsil Isra’, Tamsil Mi’raj dan Hikmah dari Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Sekaligus makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam.


BAB II
TAMSIL DAN HIKMAH ISRA’ MI’RAJ

Tamsil dalam Isra’

  1. Nabi Muhammad Saw. melihat orang yang memotong padi (panen) terus menerus, beliau bertanya kepada Jibril, “siapakah mereka itu?” Jibril menjawab; “Mereka itu adalah umatmu yang gemar beramal jariah yang kemudian mereka terus menerus memetik pahalanya dari Allah Swt”.
  2. Nabi Muhammad Saw. melihat orang yang memukul kepalanya terus menerus, lantas beliau bertanya pada Jibril ”Siapakah mereka itu ya Jibril?” dijawabnya “Mereka itu ibarat umatmu yang enggan bershalat, yang kelak sangat menyesal dengan memukul kepalanya sendiri terus menerus sekalipun terasa sakit olehnya”
  3. Nabi Muhammad Saw. melihat kuburan yang sangat harum baunya, lalu beliau bertanya ”Apakah itu ya Jibril?”jawabnya, “Itu kuburan Masithoh dan anaknya. Dia mati karena disiksa dengan digodok oleh Fir’aun karena ia mempertahankan imannya kepada Allah Swt.
  4. Nabi Muhammad Saw. melihat orang yang dihadapannya ada dua buah hidangan, sebelah kanannya makanan lezat dan sebelah kirinya makanan busuk, orang itu dengan lahapnya memilih makanan busuk. Rasulullah bertanya : ”Ya, Jibril siapakah mereka itu?” . Jibril menjawab : ”Ya, Rasulullah, itu bagaikan umatmu yang suka membiarkan nafsunya memilih pekerjaan yang buruk dan dosa daripada beramal baik dan berpahala”


Tamsil dalam Mi’raj
Nabi Muhammad Saw. melihat orang yang gagah perkasa, orang itu menengok dan melihat ke kiri merasa sedih dan menangis tersedu sedu, tetapi bila menengok dan melihat ke kanan dia berseri seri gembira dan tersenyum senyum. Nabi bertanya : “Siapakah orang itu, ya Jibril?”, jawab Jibril :”Ya Rasulullah dia itu bapakmu yang pertama yaitu Nabi Adam AS. Bila beliau melihat ke kiri sedih, karena melihat anak cucunya di dunia berbuat jahat dan dosa. Sebaliknya, bila menengok ke kanan merasa gembira, karena melihat anak cucunya di dunia yang berbuat baik dan beramal shaleh”.

Hikmah dari Isra’ Mi’raj
Ada banyak hikmah dari peristiwa Isra’ Mi’raj yaitu sebagai berikut :

  1. Menghilangkan perasaan sedih dan gundah dalam diri Nabi Muhammad Saw. yang disebabkan oleh meninggalnya pembelanya yang utama yaitu, pamannya Abu Thalib dan isterinya siti Khadijah. Allah Swt. ingin meyakinkan utusan-Nya itu bahwa kebenaran dan keyakinan yang dibawanya tidak akan dapat dikalahkan oleh siapapun.
  2. Allah Swt. hendak memperlihatkan ke-Maha KuasaNya kepada Nabi Muhammad Saw. agar ia tetap yakin bahwa Allah akan tetap menolongnya dalam menghadapi musuh musuh yang menghalangi dan membendung dakwah islam.
  3. Allah Swt. mempertemukan dan memperkenalkan Nabi Muhammad Saw. dengan para Nabi dan Rasul terdahulu agar dapat menambah semangat dan keyakinannya.
  4. Allah Swt. memperlihatkan kepada Nabi Muhammad Saw. bekas bekas kejayaan bangsa bangsa terdahulu yang hancur karena kedurhakaannya kepada Allah Swt. dan RasulNya.
  5. Menguji para pengikut Nabi Muhammad Saw. apakah mereka itu beriman kepada agama yang selama ini sudah dianutnya, sekalipun akal dan pikiran mereka belum dapat mengerti dan memahami kejadian tersebut.
  6. Nabi Muhammad Saw. dapat bertemu langsung kepada Allah Swt..
  7. Allah Swt. menyampaikan perintah melakukan sholat lima waktu kepada Nabi dan umatNya



BAB III
PENUTUPAN

Kesimpulan
Peristiwa Isra' Mi'raj yaitu perjalanan malam hari Nabi Muhammad SAW dari Masjid Haram (Makkah) ke Masjid Aqsha (Palestina) dilanjutkan dengan “naik” ke Sidratul Muntaha menghadap Allah SWT. Dalam perjalanan ini Allah SWT memperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW semua kebesaran Allah SWT.
Dari Tamsil Isra’, Tamsil Mi’raj dan hikmah Isra’ Mi’raj di atas dapat kita simpulkan bahwa peristiwa Isra’ dan Mi’raj sangat besar hikmahnya bagi kita umat nabi Muhammad. Allah SWT telah menunjukkan kebesarannya kepada rasulnya Nabi Muhammad SAW.


Saran
Pada bulan Rajab, khususnya momentum peringatan Isra’ Mi’raj, seyogianya kita mengevaluasi shalat kita selama ini: sudahkah dilaksanakan sesuai sunnah Rasul? Sudah pahamkah kita akan makna bacaan dan gerakan shalat? Sudah khusyukah shalat kita selama ini? Berdampakkah shalat kita pada perilaku keseharian?