-->

Eksistensi Kekuasaan Politik Dalam Masyarakat

Eksistensi Kekuasaan Politik Dalam Masyarakat


A.    Masyarakat dan Kekuasaan
Terdapat dua jenis hubungan dalam masyarakat, hubungan simetris dan hubungan asimetris. Yang dimaksud dengan hubungan simetris adalah hubungan dua orang / kelompok yang sederajat kedudukannya, dimana kedua pihak mengacu pada kaidah atau nilai yang sama. Salah satu bentuk hubungan simetris adalah kerjasama dimana masing-masing pihak meskipun melaukan kesalahan memberlakukan sangsi positif bagi pihak lainnya. Ada empat tingkat hubungan simetris :
1.      Dua orang yang sama-sama naik bis kota.
2.      Dua orang bersahabat yang saling tolong menolong.
3.      Hubungan suami istri.
4.      Dua orang yang saling bermusuhan.
Keempat tingkat hubungan di atas memiliki posisi tawar yang sama, tidak ada yang lebih / kurang antara satu dengan yang lainnya.
Yang dimaksud dengan hubungan asimetris adalah hubungan antara dua orang / kelompok dimana salah satu pihak mempengaruhi pihak yang lain karena ia memiliki kualitas / nilai lebih tertentu. Pada hubungan asimetris ini kedudukan dan posisi pihak yang mempengaruhi lebih tinggi dari yang dipengaruhi. Ada 6 jenis kualitas yang dimiliki pihak yang mempengaruhi:
  1. Popularitas, daya tarik, kharisma, sehingga ia menjadi contoh / suri tauladan bagi pihak lain.
  2. Kedua ia memaksa melalui tekanan, kekerasan dan perintah sehingga pihak lain patuh dan takut kepadanya.
  3. Ia memiliki keahlian tertentu, seperti dokter, dosen, pengacara, dan lain-lain.
  4. Ia memiliki jabatan atau wewenang, seperti polisi.
  5. Kerena kebiasaan masyarakat.
  6. Karena perwujudan kaidah kelompok informal.

Bagi pihak yang dipengaruhi, maka sikapnya akan terus dikendalikan, dipolakan dan dituntut kesetiaannya dengan cara memberi harapan, preferensi dan kepercayaan. Dari penjelasan mengenai dua jenis hubungan masyarakat di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa kekuasaan berasal dari hubungan asimetris. Dimana salah satu pihak berkedudukan lebih tinggi dari pada pihak lainnya, pengambilan keputusan berada ditangannya, dan bagi pihak yang menentangnya akan dikenai sangsi negative.

B.     Sumber-sumber Kekuasaan
Sumber-sumber di bawah ini dapat dimiliki oleh individu maupun kelompok
1.      Kekuatan militer, polisi mampu menguasai kekerasan kriminal.
2.      Kekuatan ekonomi, bila individu / kelompok memiliki tanah maka otomatis menguasai tenaga kerja.
3.      Kekuatan politik, politisi, pejabat Negara yang berwenang berhak mengambil keputusan.
4.      Kekuatan ideologis (tradisional) menguasai sistem kepercayaan, nilai-nilai moral, pengetahuan agama sehingga mampu melakukan doktrinisasi dan propraganda.
5.      Kekuatan diversioner, menguasai kepentingan hedonis (nikmat sesaat) seperti rekreasi dan pemenuhan kebutuhan sekunder.

C.    Perbedaan Kekuasaan Pada Masyarakat Sederhana dan Maju
Masyarakat sederhana atau disebut juga masyarakat bersahaja, memiliki ciri-ciri :
1.      Setiap anggotanya berpartisipasi dalam setiap kegiatan.
2.      Terjadi hubungan langsung dan akrab.
3.      Ada sikap saling mengawasi secara ketat.
4.      Memiliki ikatan kuat untuk mempertahankan diri terhadap serangan dari luar.
5.      Mempunyai kesadaran kuat terhadap nilai dan kaidah yang sama seperti tolong menolong dan gotong royong.
6.      Sengketa diselesaikan secara cepat dan informal mencegah terjadinya keretakan.
7.      Kekuasaan tersebar dengan merata, persamaan sosial tercapai secara maksimal.
8.      Pemimpin hanya muncul dalam keadaan darurat apabila diperlukan, dan biasanya orang tersebut menguasai satu atau lebih sumber daya di bidang ekonomi, agam dan militer.

Masyarakat bersahaja pada umumnya bermata pencaharian sebagai pengumpul makanan, berburu dan nelayan. Mata pencaharian yang “habis sekali makan” ini mengakibatkan surplus ekonomi menjadi terbatas. Sampai saat ini di zaman globalisasi masih terdapat masyarakat yang memiliki ciri-ciri di atas, seperti orang Eskimo, masyarakat pedalaman Papua Keraki dan suku Bushman di utara. Ketiga suku tradisional ini memiliki ciri bahwa kekuasaan individu tidak dominant. Masing-masing anggota masyarakat mengambil inisiatif sendiri dalam kegiatannya. Meskipun ada pemimpin biasanya hanya bersifat sementara, kewenangan terbatas, tidak punya hak istimewa, dipilih berdasarkan faktor keturunan.
Masyarakat maju atau dikenal sebagai masyarakat kompleks tumbuh karena bertambahnya jumlah penduduk dan peralihan ekonomi dari pastoral ke agraris. Ada beberapa ciri masyarakat ini :
  1. Ada kegiatan untuk mengadakan surplus ekonomi.
  2. Sulit terjadi komunikasi langsung dan mengadakan kesepakatan.
  3. Tidak mungkin dilakukan pemerataan.
  4. Muncul keinginan individual.
  5. Pribadi atau keluarga berkesempatan untuk melancarkan pengaruh secara mandiri.
Munculnya kepemimpinan individu dapat kita lihat dari uraian berikut; pada bidang militer, seseorang dapat menjadi pemimpin apabila mampu menerapkan strategi dengan tepat dan memenangkan peperangan melawan musuh. Oleh masyarakat ia dan keluarganya diberi hadiah dan hak istimewa sehingga muncul keinginan baru dari orang tersebut untuk mempertahankan dan memperluas kekuasaannya. Pada bidang ekonomi seorang petani dapat menjadi pemimpin apabila ia mampu mengumpulkan kekayaan dari hasil panennya. Tanah yang luas menjadikan ia cenderung akan merekrut banyak tenaga kerja untuk terus meningkatkan hasil taninya, bagi orang yang tidak memiliki tanah bersedia bekerja sebagai budak atau pembantu agar dapat menghidupi keluarganya. Pada bidang ideologi atau kepercayaan, seseorang dapat menjadi pemimpin apabila ia diyakini oleh masyarakat memiliki kekuatan magic untuk menyembuhkan penyakit, mendatangkan rezeki dan memperoleh segala sesuatu yang diinginkan. Dengan kepercayaan dari masyarakat itulah ia membangun pusat kekuasaan bagi diri dan keluarganya.
Ketiga jenis pemimpin di atas, akan berusaha mempertahankan dan memperluas kekuasaannya dan terus menerus melaukan pengendalian sosial sehingga kondisi masyarakat menjadi stabil.

D.    Pertumbuhan Kekuasaan
Ada 3 perkembangan dalam kekuasaan :
1.      Bagi indibidu atau kelompok masyarakat yang memiliki salah satu sumber kekuasaan, otomatis akan memiliki sumber kekuasaan yang lain. Misalnya orang yang memiliki kekuasaan militer akan menggunakan kekerasan untuk mendapatkan tanah yang merupakan sumber kekuasaan ekonomi. Begitu juga dengan orang yang dipercaya memiliki kekuatan gaib, baik dengan cara halus maupun dengan kekerasan ia mampu untuk menguasai sumber kekuasaan ekonomi.
2.      Kehadiran seseorang atau kelompok masyarakat yang memiliki sumber dan struktur kekuasaan, lambat laun akan memunculkan kekuatan oposisi untuk menentang stabilitas masyarakat yang diciptakan pemimpin tadi. Kekuasaan kelompok oposisi tadi dapat semakin kuat apabila ia mampu menyuarakan kepentingan publik seharusnya berada di atas kepentingan pribadi. Isu perbandingan mana yanglebih utama aspek publik atau privat dapat mengantarkannya untuk memiliki sumber kekuasaan kepercayaan atau ideologi sehingga mampu untuk menyaingi kekuasaan individu yang sudah mapan tadi.
3.      Semakin bertambah jumlah masyarakat maka semakin berkembang fungsi minoritas sebagai perwakilan mayoritas dalam mengambil keputusan.

E.     Struktur Kekuasaan dan Aksi
Struktur kekuasaan paling menarik adalah yang paling banyak massanya, memiliki sumber daya, dan kesepakatan terhadap nilai-nilai tujuan bersama sebagai hasil pengambilan keputusan bersama. Dengan struktur seperti di atas akan menjadikan anggotanya lebih taat kepada pemimpin, sehingga ia dapat mengembangkan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Eksistensi Kekuasaan Politik Dalam Masyarakat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel