Minggu, 20 Desember 2015

Alat Pembayaran Perdagangan Internasional (Devisa dan Valuta Asing)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Didalam kehidupan sehari-hari di Indonesia banyak kita mengenal dan mengetahui bahwa setiap negara memiliki alat pembayaran (mata uang) yang berbeda-beda. Negara-negara yang melakukan perdagangan internasional memerlukan alat pembayaran (mata uang) yang dapat diterima oleh negara-negara yang melakukan transaksi perdagangan.
Oleh sebab itu berdasarkan uraian tersebut dapat menarik kesimpulan bahwa devisa adalah alat pembayaran yang berlaku secara internasional.

1.2  Tujuan
Tujuan penulis membuat makalah ini supaya pembaca mengetahui bahwa terdapat bermacam alat pembayaran (mata uang) yang berbeda-beda.

1.3  Ruang Lingkup
Pemerintah Indonesia berusaha mendapatkan devisa sebanyak-banyaknya. Pemerintah memerlukan dana yang besar untuk pembangunan dan pembayaran barang-barang impor. Oleh karena itu, pemerintah memberikan kesempatan bagi investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Alat Pembayaran Perdagangan Internasional (Devisa dan Valuta Asing)

BAB II
PEMBAHASAN

2.1   Devisa
Perdagangan internasional adalah suatu proses tukar menukar atau jual beli barang dan jasa antara dua negara atau lebih, alat pembayaran yang digunakan dalam perdagangan internasional itu disebut devisa. Berarti devisa adalah alat pembayaran yang berlaku secara internasional. Wujud devisa terdiri atas valuta asing (mata uang negara asing yang dapat diterima hampir semua negara di dunia seperti Dolar Amerika, Yen Jepang, Euro Eropa dan Poundsterling Inggris) emas dan surat berharga yang berlaku untuk pembayaran internasional.
Pada dasarnya devisa dapat berfungsi sebagai :
-          Alat pembayaran barang-barang ekspor maupun impor yang dilakukan oleh suatu negara.
-          Alat pembayaran utang luar negeri.
-          Alat pembayaran hubungan luar negeri misalnya perjalanan dinas, biaya kopss diplomatik kedutaan dan konsulat serta bantuan-bantuan luar negeri dan sumber pendapatan negara.
Pada dasarnya, devisa yang diperoleh suatu negara dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu :
a.       Devisa umum merupakan devisa yang diperoleh suatu negara dari hasil ekspor barang dan penjualan jasa.
b.      Devisa kredit merupakan devisa yang diperoleh suatu negara dari hasil pinjaman luar negeri.
Kegiatan yang dapat menambah sumber perolehan devisa suatu  negara :
a.       Ekspor Barang
Menjual barang hasil produksi dalam negeri ke luar negeri disebut kegiatan mengekspor barang. Jika suatu negara mengekspor barang, negara tersebut akan memperoleh pembayaran berupa devisa dari negara importir (pembeli). Semakin besar nilai ekspor ke luar negeri perolehan devisa pun semakin besar.

b.      Ekspor Jasa
Penjualan jasa ke luar negeri disebut ekspor jasa. Ekspor jasa ke luar negeri disebut ekspor jasa. Ekspor jasa ke luar negeri merupakan sumber perolehan devisa yang cukup besar, adapun yang termasuk kegiatan ekspor jasa antara lain :
-          Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri karena TKI menerima upah mata uang asing.

c.       Hasil Pariwisata
Sektor pariwisata merupakan sumber perolehan devisa yang potensial. Contohnya, setiap tahun banyak turis asing yang datang ke pulau Bali atau ke Candi Borobudur di Yogyakarta. Mereka datang ke tempat-tempat wisata untuk berlibur.

d.      Penanaman Modal Asing
Sumber penerimaan devisa yang lain, yaitu penerimaan modal yang dilakukan oleh pengusaha dan investor asing di negara Indonesia.

e.       Pinjaman Luar Negeri
Dana pembangunan Indonesia yang bersumber dari dalam negeri masih belum cukup untuk membiayai pembangunan.

Tujuan penggunaan devisa yang diperoleh dari berbagai sumber harus digunakan dengan berdaya guna (efektif) dan tepat guna (efisien) untuk membiayai pembangunan demi kepentingan masyarakat, berbangsa dan negara agar kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. Contoh :
-          Untuk membayar impor barang-barang konsumsi yang tidak bisa dihasilkan didalam negeri.
-          Untuk membayar barang-barang modal dan mesin-mesin industri yang masih impor dari luar negeri.
-          Untuk membiayai pengiriman pemuda, pelajar dan mahasiswa yang belajar di luar negeri.

2.2   Valuta Asing (Valas)
a.       Jual Beli Valuta Asing
Mata uang asing sering disebut juga valuta asing atau devisa. Setiap negara memiliki satuan mata uang yang berbeda. Namun, ada beberapa negara tertentu memakai nama mata uang yang sama meskipun nilai tukarnya berbeda. Jika Indonesia mengimpor mobil dari Jepang, Indonesia dapat membayarnya dengan Yen. Yen bagi Indonesia merupakan valuta asing. Perbandingan nilai mata uang asing dan mata uang dalam negeri (rupiah) disebut kurs.

b.      Macam-Macam Kurs
Macam-macam kurs yang sering kamu temui di bank atau tempat penukaran mata uang asing (money changer) diantaranya adalah :
1.      Kurs beli, yaitu kurs yang digunakan apabila bank atau money changer membeli valuta asing, atau apabila kamu akan menukarkan valuta asing yang kami miliki dengan rupiah.
2.      Kurs jual, yaitu kurs yang digunakan apabila bank atau moner changer menjual valuta asing, atau apabila kamu akan menukarkan rupiah dengan valuta asing yang kamu perlukan.
3.      Kurs tengah, yaitu kurs antrara kurs jual dan kurs beli.
Nilai kurs yang sering digunakan adalah pertukaran valuta asing, yaitu kurs jual dan kurs beli.

BAB III
PENUTUP

3.1   Kesimpulan
Dampak positif perdagangan internasional antara lain : memperoleh barang  yang tidak dapat dihasilkan sendiri di dalam negeri, menambah perolehan devisa bagi negara pelaku perdagangan internasional, menyebabkan terjadinya alih teknologi dari negara maju kepada negara berkembang.

3.2   Saran
Penulis tahu bahwa makalah ini belum lengkap atau banyak banyak kekurangannya. Penulis mencoba memberikan saran-saran yang dapat penulis buat adalah :
1.      Supaya kita tahu bagaimana cara penukaran mata uang asing di Bank.
2.      Sipembaca tahu perbedaan mata uang negara-negara asing.
Apabila ada kesalahan, baik pada penulis ataupun perkataan yang ada pada tugas makalah yang penulis buat ini, penulis memohon maaf karena sebagai manusia tidak luput dari kesalahan.