Senin, 29 Februari 2016

Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Dalam Pembangunan Peternakan Untuk Mencapai Ketahanan Pangan Hewani Dan Kesejahteraan Masyarakat


Di Indonesia masih belum mampu merumuskan arah pembangunan peternakan. Sehingga efektivitas program-program pembangunan peternakan tidak begitu jelas kemana arahnya. Perlu dilahirkan suatu gagasan tentang peternakan masa depan dengan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mewujudkannya.
Selama pertamabahan PDB sekotor peternakan selama 15 tahun terakhir sangat dipengaruhi oleh perekonomian pada kondisi puncak sebelum tahun 1997 pertambahan PDB sub sektor lebih tinggi dibandingkan sekotor pertanian. Namun ketika terjadi krisis ekonomi tahun 1997 hingga tahun 2000 industri peternkan modern kolops adalah akibat ketergantungan yang sangat tinggi terhadap bahan baku dan teknologi impor.
Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Dalam Pembangunan Peternakan Untuk Mencapai  Ketahanan Pangan Hewani Dan Kesejahteraan Masyarakat

Setelah tahun 2000 industri ayam ras dan foodlot segera pulih kembali dengan mencapai tingkat pertumbuhan melampaui pertumbuhan PDB Nasional. Fenomena ini mengindikasikan PDB subsektor peternakan masih potensial untuk ditingkatkan dan merupakan subsektor yang mampu memicu pertumbuhan PDB sektor pertanian. Karena itu dari sisi konsumsi, sub sektor peternakan perlu melakukan evaluasi intensif terhadap pertumbuhan yang terjadi.
Peranan sub sektor peternakan dalam penyerapan tenaga kerja dapat dilihat dari jumlah Rumah Tangga Peternakan (RTP). Selama 10 tahun terakhir terjadi peningkatan RTP yang relatif kecil dari 5,62 juta pada tahun 1993 menjadi 5,63 juta pada tahun 2003. sub sekto peternakan pengguna teknologi tinggi harus difokuskan pada produksi pangan kedai harus padat modal.
Dimana sub sektor peternakan mempunyai peranan pendukung pertumbuhan dan perkembangan industri yang terkait, dan karena itu industri terkait tersebut berfungsi sebagai penyedia lapangan kerja dan lapangan usaha. Jadi industri terkait cukup banyak beberapa diantaranya adalah industri pangan dan industri rumah potong. Industri pangan dapat digolongkan pada tiga kelompok industri yakni kecil, menengah dan besar. Dapat dikatakan bahwa usaha peternakan mempunyai peranan yang besar untuk mendukung industri makanan ini atas dasar itulah pemikiran bahwa usaha padat karya adalah keliru.
Peranan investigasi sangat dibutuhkan dalam peningkatan agribisnis peternakan dan investigasi publik. Investigasi mendorong pertumbuhan usaha peternakan dan menimbulkan efek multiplier yang luas. Sumber investigasi bagi pembangunan peternakan berasal dari dana pemerintahan PMDN dan PMA.
Untuk mewujudkan cota-cita peternakan masa depan seperti itu, tidak bisa tidak harus menggunakan kekuatan pemerintahan mengatur perekonomian. Terutama dalam melaksanakan perdagangan. Bentuk peternakan masa depan tersebut harus dapat menjawab beberapa tantangan yang dihadapi saat ini dan ke depan. Tantangan itu antara lain kemampuan memberikan dukungan pada persediaan pangan dalam negeri memberikan dukungan pada persediaan pangan dalam negeri memberikan dukungan besar bagi perkembangan industri dan memanfaatkan keunggulan komperatif sebesar-besarnya sehingga industri mempunyai daya saing dalam pasar global. Peningkatan keuntungan dan manfaat bagi pengusaha ternak dan jaminan produksi makanan yang aman dan sehat melalui sistem peternakan dan makanan yang tepat. Dengan demikian sebenarnya pemerintah tidak perlu membuat disain bentuk peternakan masa depan. Maka dapat dipastikan akan disusun dengan intervensi pemerinatahan sebagai sesuatu hal yang tidak dapat dihindarkan Indonesia telah mempunyai pengalaman yang sangat mahal ketika melakukan intervensi langsung dalam mengarahkan pembangunan dan perkembangan usaha sapi perah ke arah bentuk usaha ayam ras dan usaha sapi perah ke arah bentuk usaha rakyat hasilnya.
Peternak masa depan mempunyai wujud sebagai industri padat karya untuk mewujudkan cita-cita peternakan masa depan itu, tidak bisa tidak harus menggunakan kekuatan pemerintahan mengatur perekonomian, terutama dalam melaksanakan perdagangan.
Pemerintah memberikan pelayanan demikian rupa sehingga mekanisme pasar dapat bekerja, namun tidak terlihat mekanisme pasar bekerja, sehingga peternakan tetap berbentuk tradisional. Langkah-langkah strategis pelayanan yang dilakukan pemerintah. Pertama, memperlakukan ternak sebagai sumber daya, kedua,menyediakan instruktur industri peternakan yaitu menyediakan lahan pangan bagi kemudahan produksi hijauan makanan ternak. Penyediaan struktur ini harus dalam bentuk irigasi untuk tanaman pangan. Ketiga, melaukan usaha pengendalian penyakit ternak. Antara lain menjaga kesehatan dan mencegah penularan penyakit diantara ternak dan manusia termasuk dalam produksi pangan asal ternak yang sehat dan aman.
Paska langkah selanjutnya melalui mekanisme pasar dan pengawasan pemerintahan dapat diciptakan peternakan masa depan yang berperan dalam ketahanan pangan, mengurangi kemiskinan, dan pembangunan agribisnis peternakan pada akhir pembangunan peternakan. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat mempunyai arah yang sangat jelas. Atas dasar itu pemerintahan tidak perlu berfikir panjang untuk mengeluarkan biaya yang relatif besar untuk menegakkan ketiga pelayanan diatas, karena mempunyai dampak jangka panjang bagi generasi mendatang.