Minggu, 17 April 2016

Teori dan Indikator Larutan Asam Basa Menurut Para Ahli

1.      Teori Asam Basa Arrhenius
Asam
Menurut Arrhenius asam adalah zat yang dalam air melepaskan ion H+. Dengan kata lain pembawa sifat asam adalah ion H+. asam arrhenius dapat dirumuskan sebagai HxZ dan dalam air mengalami ionisasi sebagai berikut :
HxZ(aq) à xH+ (aq) + Zx-(aq)

Basa
Menurut Arrhenius, basa adalah senyawa yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida (OH). Jadi pembawa sifat basa adalah ion OH-. Basa Arrhenius merupakan hidroksida logam dapat dirumuskan sebagai M(OH)x dan dalam air mengion sebagai berikut :
M(OH)x (aq) à Mx+(aq) + x(OH)- (aq)

Teori dan Indikator Larutan Asam Basa Menurut Para Ahli

2.      Teori Asam Basa Bronsted – Lowry dan Lewis
Asam
Asam menurut Bronsted-Lowry dan Lewis merupakan ion atau molekul yang dalam larutan berperan sebagai proton donor (pemberi H+) kepada suatu molekul atau ion.

Basa
Basa menurut Bronsted-Lowry dan Lewis merupakan ion atau molekul yang dalam larutan berperan sebagai proton akseptor (Penerima H+) dari suatu molekul atau ion.
Jadi dapat disimpulkan :
Asam bersifat masam dan korosif terhadap logam sedangkan basa adalah zat yang berasa pahir dan baustik (licin). 


3.      Indikator Asam Basa
Indikator yaitu zat-zat warna yang dapat memperlihatkan warna berbeda dalam larutan asam dan basa.
Indikator terdiri dari :
  1. Indikator alam. Contohnya, daun mahkota bunga (kembang sepatu, bougenvil, mawar dan lain-lain), kunyit, bit dan ekstrak tumbuhan lainnya.
  2. Indikator buatan
Indikator
Trayek perubahan warna
Peubahan warna
Lakmus
Metil jingga
Metil merah
Bromtimol biru
Tenol flatein
5,5 – 8,0
2,9 – 4,0
4,2 – 6,3
6,0 – 7,6
8,3 – 10,0
Merah – Biru
Merah – Kuning
Merah – Kuning
Kuning – Biru
Tidak berwarna – Merah

Selain itu juga terdapat indikator universal yang jika :
PH       > 7 itu tandanya basa
            < 7 itu tandanya asam

            = 7 itu tandanya netral